STAINPress

Pusat Publikasi STAIN Purwokerto

Islam Kejawen

Ditulis oleh stainpress di/pada Juli 5, 2008

ISBN: 979-9659-70-1

Penulis: Ridwan, M. Ag., Suwito NS., M. Ag., Sulkhan Chakim M.M., Supani, M.A.

Dimensi: 12.5 × 19 cm.

Tahun terbit: 2008

Harga: Rp.29.000,-

”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua, yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh, yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu, dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat, puasa, dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu. ”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden,yaitu tempat-tempat suci. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling.
Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang, yaiyu Hindu, Budha, Islam, dan Kristen. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. Meskipun berupa percampuran, namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at,dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. Dikalangan para peniliti, istilah aliran kepercayaan. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia, yaitu Islam abangan, priyayi, dan santri. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam.
Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen, lengkap dengan filosofi, sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. Dengan membaca buku ini, Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing, guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini.

Satu Tanggapan ke “Islam Kejawen”

  1. mubaraq berkata

    اللهم ارحم موتانا وموتي المسلمين
    واشفي مرضانا ومرضي المسلمين
    رب اغفر لي ولوالدي وارحمهما كما ربياني صغيرا واصحاب الحقوق على والمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات
    الاحياء منهم والاموات
    وصلى اللهم وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>