STAINPress

Pusat Publikasi STAIN Purwokerto

Islam dalam Tradisi Begalan

Ditulis oleh stainpress di/pada Juli 5, 2008

ISBN: 979-3896-86-8

Penulis: Suwito NS.

Editor: Heru Kurniawan

Dimensi: 14 × 21 cm

Tahun terbit: 2008

Harga: Rp.33.000,-

Selain sebagai sarana slametan, begalan berfungsi sebagai edukasi. Artinya, begalan dijadikan sarana untuk transfer of knowledge and values, khususnya nilai-nilai Banyumasan yang santun, toleran, kerja keras, komitmen, setia kawan, dan penghargaan terhadap orang lain. Nilai-nilai Jawa Bayumasan ini dikemas dalam brenong kepang. Brenong kepang adalah alat untuk memainkan tradisi begalan yang didalamnya terdapat seperangkat alat rumah tangga, sebagian besar terdiri peralatan dapur. Brenong kepang yang sarat dengan simbol nilai luhur Banyumasan ini kemudian diurai maknanya oleh juru begal.Urain makna simbolik tersebut menyangkut makna sosial, ekonomi, maupun spiritual terutama bagi para pengantin yang akan memasuki dunia baru yang di dalamnya banyak tantangan. Di samping itu, tradisi ini juga mengingatkan pengantin – pengantin lawas (lama) akan nilai – nilai luhur Jawa Banyumas. Juru begal biasanya memerankan tradisi ini dengan penuh jenaka, sehingga kegiatan ini selalu diminati oleh pengunjung yang hadir di perhelatan pernikahan ini.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>