Arsip untuk Juli 5th, 2008
Ditulis oleh stainpress di/pada Juli 5, 2008
|
ISBN: 979-3655-57-7
Penulis: Suparjo, M.A.
Editor: Abdul Wachid BS.
Dimensi: 14 × 21 cm, 182 hal.
Tahun terbit: 2007
Harga: Rp.32.500,- |
Tulisan ini berusaha memahami konsep penciptaan di dalam kitab suci secara ilmiah dan memahami teori evolusi secara teistik sehingga diharapkan antara sains dan agama tidak mempunyai jurang perbedaan dan pemisah yang tajam, frontal, dan ekstrim.
Dengan perspektif tersebut, tulisan ini sebenarnya tidak sedang membandingkan model penciptaan manusia antara yang dinarasikan Alkitab dengan yang dinarasikan al-Quran. Kedua teks tersebut dijadikan sebagai pijakan berpikir teologis tentang bagaimana kitab suci menarasikan tentang asal-usul manusia yang nantinya akan dipadukan dengan penjelasan dari teori evolusi. Demikian pula, tulisan ini tidak memaksakan kitab suci untuk disesuaikan dengan penjelasan ilmiah (teori evolusi) atau sebaliknya teori evolusi diharuskan disesuaikan dengan konsep pemahaman kitab suci. Dua otoritas tersebut, yakni sains dan kitab suci, diusahakan untuk didudukkan dalam proporsi yang sebenarnya. Oleh karena itu, varian pemikiran tentang konsep kemunculan manusia yang bersumber dari kitab suci tersebut dengan berbagai varian konteksnya dan khususnya dalam konteks teori evolusi dielaborasi secara proporsional dalam tulisan ini. Baru setelah itu, akan dibahas titik temu antara konsep penciptaan dalam kitab suci dengan teori evolusi.
Ditulis dalam Agama, Dakwah, Fiqh, Hukum, Ibadah, Islam, Muamalah, Pemikiran Islam, Syariah, what`s New | Bertanda: al-Quran, Buku, Hukum, Islam, Karl Marx, Kera, Kitab suci, Manusia, Muhammad, Sejarah, Teologi, Teori Evolusi | Leave a Comment »
Ditulis oleh stainpress di/pada Juli 5, 2008
|
ISBN: 978-979-1277-71-6
Penulis: Siti Uswatun Khasanah
Dimensi: 14 × 21 cm
Tahun terbit: 2007
Harga: Rp.35.000,- |
Buku ini muncul dari rasa ingin tahu penulis akan kondisi riil, bagaimana strategi dakwah para pemeluk agama sisionaris (Islam-Kristen) dilakukan. Karena betapapun mereka saling menghormati, namun orang-orang kristen dan Muslim sebisa mungkin akan terus berdakwah menyebarkan keyakinan agama mereka; kedua-duanya merasa mempunyai sebuah misi untuk mengajak seluruh umat manusia. Karenanya, misi dan dakwah dalam berbagai bentuknya selalu dilakukan untuk memberitakan kebahagiaan bagi seluruh umat manusia. Meskipun mereka saling berdampingan satu sama lain, namun masing-masing dari mereka sebetulnya menyatakan klaim yang absolut atas kebenaran. Klaim semacam itu, dengan sendirinya membuat mereka tidak mungkin mengakui kebenaran satu sama lain, dan itulah yang terjadi pada debat terbuka pertama kali di dunia yang disajikan secara elegan dan mencerahkan dengan langsung menghadirkan para muallaf dan murtadin sebagaimana telah diselenggarakan oleh forum Arimatea yang kemudian didokumentasikan dalam VCD ”Muallaf vs Murtadin”. Dari situlah kemudian penulis tertarik juga untuk memngetahui analisis wacaana yang ada pada dakwah mereka.
Ditulis dalam Agama, Dakwah, Hukum, Ibadah, Islam, Kependidikan, Muamalah, Pemikiran Islam, Populer, Syariah | Bertanda: Ahmed Deedat, al-Quran, Buku, Dakwah, Islam, katholik, Kristen, Muallaf, Muhammad, Murtad | 1 Komentar »
Ditulis oleh stainpress di/pada Juli 5, 2008
 |
ISBN: 979-3896-73-6
Penulis: DR. Yusuf Qordlowi
Alih Bahasa: Drs. H. Ansori, M. Ag.
Editor: Ahmad Dahlan, M. Si.
Dimensi: 14 × 21 cm, 96 hal.
Tahun terbit: 2008
Harga: Rp.30.000,- |
Komunitas modern pada saat ini telah sangat membutuhkan kemudahan di segala bidang, tidak terkecuali pada informasi-informasi keilmuan berbasis Islam. Tidak ada jalan lain bagi kita kecuali menyesuaikan dengan tingkat modernitas dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi kehidupan manusia, khususnya menyodorkan fikh Islam kepada mereka dengan cara yang sesuai dengan mereka.
Kepustakaan berbasis referensi kitab-kitab klasik dengan desain dan aplikasi yang modern didukung oleh teknologi mutakhir merupakan agenda besar yang sangat urgen bagi kebangkitan fikh Islam dan tajdidnya pada masa sekarang. Sistem jaringan (e-networking sistem) dan sistem digital harus dikembangkan di segala referensi Islam, tidak hanya fikh Islam, agar setiap muslim di seluruh belahan dunia dapat mengakses secara capat dan mudah.
Kemajuan yang cukup signifikan da bidang Arabic softwares, e-networking, pengembangan kitab dan buku berbahasa arab dengan sistem digital menjadi indikasi peningkatan kualitas sumber daya manusia Islami. Kiranya hal ini menjadi ruh bagi kebangkitan kembali peradapan Islam dari aspek kualitas insani melalui pengembangan desain dan sistem pembelajaran Islam. Buku Dr. Yusuf Qordlowi ini berbeda dengan karya-karyanya yang lain, karena bukan berisikan fakta-fakta atau materi-materi fikh, namun berisi catatan-catatan Qordlowi (dan beberapa ulama lain) tantang eksistensi dan akselerasi fikh Islam di kalangan umat Islam modern.
Fikh Islam merupakan rangkaian nash-nash yang termaktub dalam Al-Qur’an, sunnah Rosul ataupun manuskrip-manuskrip karya para imam besar sangat spesifik dan sangat istimewa. Fikh Islam lebih istimewa dibandingkan perundangan-undangan Barat yang filosofisnya lrbih berdimensi kemanusiaan belaka tanpa mencangkup dimensi Robbaniyah Qordlowi mengeksplorasi keistimewaan fikh Islam dalam 11 aspek yang komprehensif yang selalu aktual, tumbuh dan berkembang melalui metode-metode itjtihad sesuai dengan perkembangan zaman sebagaimana kaidah (Berubahnya fatwa sesuai dengan perubahan zaman, tempat, keadaan, dan tradisi). Prinsip ini sudah ada sejak masa sahabat, seperti fatwa Umar bin Khattab dalam menyingkapi orang-orang mu’allaf, pembagian tanah lapang, hukum talak tiga, dan sebagainya. Bahkan, secara hakiki prinsip ini sudah dirintis sejak zaman Nabi Saw.
Ditulis dalam Agama, Dakwah, Ekonomi, Fiqh, Hukum, Ibadah, Islam, Keluarga, Kependidikan, Muamalah, Pemikiran Islam, Populer, Sastra, Syariah, Tarbiyah, Wanita | Bertanda: al-Quran, Allah, Buku, Fiqh, Hukum, Islam, modern, Muhammad, Syariah, tradisi, Yusuf Qordlowi | Leave a Comment »
Ditulis oleh stainpress di/pada Juli 5, 2008
 |
ISBN: 979-3721-98-7
Penulis: Abdul Basit, M. Ag.
Editor: Abdul Wachid BS.
Dimensi: 14 × 21 cm
Tahun terbit: 2006
Harga: Rp.35.000,- |
Dahwah pada era kontemporer ini dihadapkan pada berbagai problematika yang lain kompleks. Hal ini tidak terlepas dari adanya perkembangan masyarakat yang semakin maju. Pada masyarakat agraris kehidupan manusia penuh dengan kesahajaan tentunya memiliki problematika hidup yang berbeda dengan masyarakat kontemporer yang cenderung matrealistik dan indifidualistik. Begitu juga tantangan problematika dakwah akan dihadapkan pada berbagai persoalan yang sesuai dengan tuntutan pada era sekarang.
Ada tiga problematika besar yang dihadapi dakwah pada era kontemporer ini, pertama, pemahaman masyarakat pada umumnya terhadap dakwah lebih diartikan sebagai aktifitas yang bersifat oral communication (tablih) sehingga aktifitas dakwah lebih beriontasi pada kegiatan-kegiatan caramah.kedua, problematika yang berasifat epistemologis. Dakwah pada era sekarang bukan hanya bersifat rutinitas, temporal dan instan, melainkan dakwah membutuhkan para dikma keilmuan. Dengan adanya keilmuan dakwah tentunya hal-hal yang terkait dengan langkah srategis dan teknis dapat dicari runjukannya melalui teori-teori dakwah. Ketiga, problem yang menyangkut sumber daya manusia. Aktivitas dakwah masih dilakukan sambil lalu atau menjadi pekerjaan sampingan. Imlikasinya banyak bermunculan da’i yang kurang profesional, rendahnya penghargaan masyarakat terhadap profesi da’i, dan lemahnya manajerial yang dilakukan oleh da’i dalam mengemas kegiatan dakwah.
Dalam mengelaborasi tulisan-tulisan yang ada, penulis melakukan formulasi tentang ilmu dakwah, khususnya yang berkaitan dengan dakwah bil qaul yang bersifat indifidual, dan menjelaskan tentang berbagai tema aktual yang dapat menjadi bahan diskusi lebih lanjut.
Ditulis dalam Agama, Dakwah, Islam, Pemikiran Islam, Populer | Bertanda: al-Quran, Buku, Dakwah, Islam, kontemporer | Leave a Comment »
Ditulis oleh stainpress di/pada Juli 5, 2008
 |
ISBN: 979-3896-76-0
Penulis: Abdul Basit, M. Ag.
Editor: Suwito NS.
Dimensi: 14 × 21 cm, 172 hal.
Tahun terbit: 2008
Harga: Rp.35.000,- |
”Wamaa’alainaa illal balaaghul mubiin”,artinya ”kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan secara jelas” (Yasin (36) : 17).Inilah salah satu dasar hukum berdakwaah,dan masih banyak lagi ayat didalam al-Quran yang mewajibkan umat muslim untuk berdakwah. Dakwah merupakan sarana vital bagi proses perkembangan dan kemajuan Islam. Oleh karena itu, dakwah merupakan keharusan bagi umat Islam.
Secara historis, kehadiran dan peran dakwah senantiasaberinteraksi dengan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Dalam kehidupan para Rosul Allah termasuk Muhammad SAW, kehadiran dan peran dakwah memiliki arti yang signifikan bagi kehidupan masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat tidak hanya diperkenalkan dan diajarkan tentang masalah-masalah ibadah mahdhoh, melainkan juga diajarkan bagaimana hidup bermasyarakat dan bernegara karena Islam adalah sebuah din yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, dakwah yang dilakukan Muhammad SAW tidak terlepas dari konteks kehidupan masyarakat sebagai objek dakwahnya. Sebagaimana pesan yang disampaikan oleh Beliau ”Kami perintah supaya berbicara kepada manusia menurut kadar akal (kecerdasan) mereka masing-masing” (H.R. Muslim). Ajaran Nabi ini memberikan kerangka berfikir yang bersifat prinsipil dan metologis dalam pengembangan dakwah.
Ditulis dalam Agama, Dakwah, Hukum, Ibadah, Islam, Muamalah, Pemikiran Islam, Populer, Syariah | Bertanda: al-Quran, Allah, Buku, Dakwah, Islam, kontemporer, Nabi Muhammad, rasulullah | Leave a Comment »
Ditulis oleh stainpress di/pada Juli 5, 2008
 |
ISBN: 979-3896-86-8
Penulis: Suwito NS.
Editor: Heru Kurniawan
Dimensi: 14 × 21 cm
Tahun terbit: 2008
Harga: Rp.33.000,- |
Selain sebagai sarana slametan, begalan berfungsi sebagai edukasi. Artinya, begalan dijadikan sarana untuk transfer of knowledge and values, khususnya nilai-nilai Banyumasan yang santun, toleran, kerja keras, komitmen, setia kawan, dan penghargaan terhadap orang lain. Nilai-nilai Jawa Bayumasan ini dikemas dalam brenong kepang. Brenong kepang adalah alat untuk memainkan tradisi begalan yang didalamnya terdapat seperangkat alat rumah tangga, sebagian besar terdiri peralatan dapur. Brenong kepang yang sarat dengan simbol nilai luhur Banyumasan ini kemudian diurai maknanya oleh juru begal.Urain makna simbolik tersebut menyangkut makna sosial, ekonomi, maupun spiritual terutama bagi para pengantin yang akan memasuki dunia baru yang di dalamnya banyak tantangan. Di samping itu, tradisi ini juga mengingatkan pengantin – pengantin lawas (lama) akan nilai – nilai luhur Jawa Banyumas. Juru begal biasanya memerankan tradisi ini dengan penuh jenaka, sehingga kegiatan ini selalu diminati oleh pengunjung yang hadir di perhelatan pernikahan ini.
Ditulis dalam Agama, Dakwah, Hukum, Ibadah, Islam, Pemikiran Islam, Populer, Syariah | Bertanda: banyumas, banyumasan, begalan, budaya, Buku, Islam, jawa, tradisi | Leave a Comment »
Ditulis oleh stainpress di/pada Juli 5, 2008
 |
ISBN: 979-9659-70-1
Penulis: Ridwan, M. Ag., Suwito NS., M. Ag., Sulkhan Chakim M.M., Supani, M.A.
Dimensi: 12.5 × 19 cm.
Tahun terbit: 2008
Harga: Rp.29.000,- |
”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua, yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh, yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu, dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat, puasa, dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu. ”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden,yaitu tempat-tempat suci. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling.
Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang, yaiyu Hindu, Budha, Islam, dan Kristen. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. Meskipun berupa percampuran, namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at,dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. Dikalangan para peniliti, istilah aliran kepercayaan. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia, yaitu Islam abangan, priyayi, dan santri. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam.
Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen, lengkap dengan filosofi, sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. Dengan membaca buku ini, Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing, guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini.
Ditulis dalam Agama, Dakwah, Hukum, Ibadah, Islam, Syariah | Bertanda: abangan, aliran kepercayaan, budaya, Buku, Islam, jawa, kejawen, keyakinan, purwokerto, ritual, santri, stain, tradisi | 1 Komentar »